Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5

Sunday, June 2, 2013

Posted by Unknown | 0 comments

Sumber

Read more...
Posted by Unknown | 0 comments

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan blog dengan judul ”CYBER CRIME DAN CYBER LAW "PENIPUAN JUAL-BELI ONLINE”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari Blog ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar Blog ini bermanfaat bagi semua pembaca.


Bekasi, April 2013
Penyusun 

Kelompok 6
Read more...
Posted by Unknown | 0 comments

KESIMPULAN DAN SARAN

 SARAN KELOMPOK KAMI :

Kami Sarankan kepada masyarakat, kenali jenis-jenis kerawanan dalam setiap bentuk transaksi di media online, jangan tergiur penawaran dengan harga di bawah standar atau murah. Ketahui identitas pihak yang sedang bertransaksi atau menjual, catat nomor kontaknya, alamatnya, bagaimana badan usahanya, track record-nya, kalau perlu ulur waktu untuk memastikan apakah nomor HP yang dicantumkan tetap atau berubah-ubah
Read more...

Wednesday, May 29, 2013

Posted by Unknown | 0 comments

CONTOH ETIKA PROFESI



Reuters) - Seorang hakim di AS mengatakan bahwa tablet Samsung Galaxy Tab melanggar hak paten iPad milik Apple Inc, namun juga Apple memiliki masalah terhadap validitas paten.
        Pernyataan tersebut disampaikan oleh hakim Distrik AS Lucy Koh pada kamis disidang pengadilan atas permintaan Apple terhadap beberapa produk Galaxy yang dijual di AS. Apple dan Samsung terlibat dalam konflik hukum yang berat mencakup lebih dari 20 kasus di 10 negara sebagai persaingan untuk posisi dua teratas di pasar smartphone dan komputer tablet. Sebelumnya, kamis, pengadilaan Australia melakukan larangan penjualan sementara komputer tablet terbaru Samsung di negara itu.
         Seperti dilansir Reuters, Apple menggugat Samsung di Amerika Serikat pada bulan April, Mengatakan produk ponsel dan tablet Galaxy milik perusahaan Korea Selatan itu meniru iPhone dan iPad termasuk Smartphone 4G Galaxy S dan Galaxy Tab 10.1 tablet. sementara itu penyedia layanan ponsel, Verizon Wireless dan T-Mobile USA telah menentang permintaan Apple, dan menyatakan bahwa Apple harus menunjukkan bahwa Samsung melanggar hak paten dan menunjukkan paten miliknya yang sah menurut hukum.
      Pengacara Apple, Harold McElhinny mengatakan jika desain produk Apple jauh lebih unggul dari produk sebelumnya, sehingga paten produk Apple yang saat ini tidak membatalkan desain yang datang sebelumnya.
         "Itu hanya perbedaan dari desain" kata McElhinny
       Juru bicara Apple Huguet Kristen mengatakan bahwa bukan suatu kebetulan jika produk Samsung terbaru mirip sekali dengan iPhone dan iPad. hal semacam ini adalah meniru secara terang - terangan, dan Apple perlu untuk melindungi kekayaan intelektualnya, agar perusahaan lain tidak mencuri ide - idenya.

ANALISA

Dalam Kasus diatas, menurut kami telah melanggar beberapa kode etik profesi, yaitu :
  • Kode Etik pertama Kompetansi dan kehati - hatian Profesional 
Prinsip ini menjelaskan bahwa setiap anggota/karyawan mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional yang berkompeten berdasarkan perkembangan legalisasi dan tehnik yang paling mutakhir. Pihak Apple haruslah lebih memperhatikan semua originitas teknologi yang mereka punya, bukanya hanya untuk mempatenkannya saja. tapi juga menjaga semua teknologi dengan baik dan memberikan inovasi - inovasi terbaru dalam teknologi dan juga menjaga kerahasiaan teknologi yang mereka punya.
  • Kode Etik ke dua ialah prinsip kerahasiaan.
Prinsip ini menjelaskan bahwa setiap anggota / karyawan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan pekerjaanya demi menjaga kerahasiaan sukses sebuah perusahaan. Dalam hal ini pihak ini proggramer lah yang berperan penting dalam menjaga kerahasiaan teknologi yang apple pakai, dengan tidak memberikan pembelajaran sembarangan pada orang lain yang mungkin mereka adalah pihak dari para pesaing di pasar.
  • Selanjutnya ialah Prinsip Perilaku Professional
Setiap anggota dan karyawan suatu perusahaan harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat menjatuhkan perusahaan. Dalam hal ini pihak Apple dan Samsung haruslah bersikap proffesional dalam menghadapi persaingan yang ada, dengan melakukan inovasi - inovasi terbaru yang saling berbeda satu sama lainnya, dan berikan keunikan dari masing - masing produk yang mau dipasarkan
Read more...

Sunday, May 12, 2013

Posted by Unknown | 0 comments

NAMA KELOMPOK

KELOMPOK ETIKA PROFESI
CYBER CRIME DAN CYBER LAW
"PENIPUAN JUAL BELI ONLINE"
BINA SARANA INFORMATIKA
12.4I.04

 

NAMA KELOMPOK :

1. JAKA ABIESTA L L
2. RINI CRISTI
3. EKA RAHMAWATI
4. EVA KARTIKA
5. LUCY F
6. DENNIS SUKMA W
 
Read more...

Saturday, May 11, 2013

Posted by Unknown | 0 comments

CONTOH ETIKA

YANG BAIK :
CONTOH - CONTOH ETIKA  :
 1.Mengucapkan salam saat bertamu. Sudah dilakukan dan sering
 2.Cium tangan orang tua sebelum berangkat kuliah. Sudah dilakukan dan sering
 3.Makan dengan tangan kanan. Sudah dilakukan dan sering
 4.Mengucapkan terima kasih jika diberi sesuatu. Sudah dilakukan dan sering
 5.Merendahkan suara jika berbicara dengan orang tua. Sudah dilakukan dan jarang kalau lagi kesel
 6.Mengantri saat menunggu giliran. Sudah dilakukan dan sering
 7.Memberi sesuatu dengan tangan kanan. Sudah dilakukan dan jarang
 8.Meminta maaf jika melakukan kesalahan. Sudah dilakukan dan sering 
 9.Membuang sampah pada tempatnya. Sudah dilakukan dan sering 
10.Mempersilahkan orang yang lebih tua duduk bila di kendaraan umum. Sudah dilakukan dan jarang
11.Berdoa sebelum melakukan sesuatu. Sudah dilakukan dan sering 
12.Membantu sesuai kemampuan orang yang membutuhkan. Sudah dilakukan dan sering 
13.Menaati rambu lalu lintas. Belum karena tidak pernah membawa kendaraan pribadi

14.Menjual barang yang bagus jika menjadi pedagang. Belum karena belum pernah jadi pedagang
15.Menaati peraturan kampus. Sudah dilakukan dan jarang
16.Menjamu tamu yang datang ke rumah. Sudah dilakukan dan sering 
17.Menjawab salam. Sudah dilakukan dan sering 
18.Menghadiri undangan. Sudah dilakukan dan jarang
19.Bilang sama orang tua jika pergi dari rumah. Sudah dilakukan dan sering 
20.Menyelawat jika ada yang meninggal. Sudah dilakukan dan sering 
21.Makan sambil duduk. Sudah dilakukan dan jarang
22.Menutup aurat dengan benar. Sudah dilakukan dan sering 



ETIKA YANG BURUK :


Ini adalah contoh yang tidak baik yang sering dilakukan oleh masyarakat kita terutama dalam berkendara di jalan. pengguna motor melewati jalan yang berlawanan arah, dan juga pengendara motor yang tidak memakai helem. masyarakat kita sdah terbiasa melakukan pelanggaran tertama dalam berlalulintas. mengapa bisa demikia ? dikarenakan kurangnya pengawasan oleh pihak berwenang, dan juga kesadaran masarakat itu sendiri masih minim.

Ini adalah contoh yang tidak baik. seharusnya trotoar untuk pejalan kaki tapi ini malah digunakan untuk parkir motor. kenapa bisa demikian ? bisa jadi lahan untk parkir kendaraan tidak ada, sehingga masyarakat memanfaatkan trotoran untuk lahan parkir. sebaiknya di sediakan lahan untuk parkir kendaraan jadi terlihat rapih dan tidak mengganggu pejalan kaki yang melewati jalan tersebut.
Read more...
Posted by Unknown | 0 comments

SEJARAH ETIKA

1. Etika periode Yunani
Penyelidikan para ahli Filsafat tidak banyak memperhatikan masalah Etika. Kebanyakan dari mereka melakukan penyelidikan mengenai alam. Misalnya; bagaimana alam ini terjadi? Apa yang menjadi unsur utama alam ini? dan lain-lain. Sampai akhirnya datang Sophisticians ialah orang yang bijaksana yang menjadi guru dan tersebar ke berbagai negeri.
Socrates dipandang sebagai perintis Ilmu Akhlak. Karena ia yang pertama berusaha dengan sungguh-sungguh membentuk perhubungan manusia dengan ilmu pengetahuan. Dia berpendapat akhlak dan bentuk perhubungan itu, tidak menjadi benar kacuali bila didasarkan ilmu pengetahuan.[2]
Faham Antisthenes, yang hidup pada 444-370 SM. Ajarannya mengatakan ketuhanan itu bersih dari segala kebutuhan, dan sebaik-baik manusia itu yang berperangai dengan akhlak ketuhanan. Maka ia mengurangi kebutuhannya sedapat mungkin, rela dengan sedikit, suka menanggung penderitaan, dan mengabaikannya. Dia menghinakan orang kaya, menyingkiri segala kelezatan, dan tidak peduli kemiskinan dan cercaan manusia selama ia berpegangan dengan kebenaran.
Pemimpin aliran ini yang terkenal adalah Diogenes, wafat pada 323 SM. Dia memberi pelajaran kepada kawan-kawannya untuk menghilangkan beban yang dilakukan oleh ciptaan manusia dan peranannya.[3]
Setelah faham Antisthenes ini, lalu datang Plato (427-347 SM). Ia seorang ahli Filsafat Athena, yang merupakan murid dari Socrates. Buah pemikirannya dalam Etika berdasarkan ‘teori contoh’. Dia berpendapat alam lain adalah alam rohani. Di dalam jiwa itu ada kekuatan bermacam-macam, dan keutamaan itu timbul dari perimbangan dan tunduknya kepada hukum.[4]
Pokok-pokok keutamaan itu adalah Hikmat kebijaksana, keberanian, keperwiraan, dan keadilan. Hal ini merupakan tiang penegak bangsa-bangsa dan pribadi. Seperti yang kita ketahui bahwa, kebijaksanaan itu utama untuk para hakim. Keberanian itu untuk tentara, perwira itu utama untuk rakyat, dan adil itu untuk semua. Pokok-pokok keutamaan itu memberikan batasan kepada manusia dalam setiap perbuatannya, agar ia melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.
Kemudian disusul Aristoteles (394-322 SM), dia adalah muridnya plato. Pengukutnya disebut Peripatetis karena ia memberi pelajaran sambil berjalan atau di tempat berjalan yang teduh.[5]
Aristoteles berpendapat bahwa tujuan akhir dari yang dikehendaki manusia mengenai segala perbuatan adalah bahagia. Namun pengertiannya tentang konsep bahagia itu lebih luas dan lebih tinggi. Menurutnya, untuk mendapatkan kebahagiaan, seseorang itu hendaklah mempergunakan kekuatan akal dengan sebaik-baiknya.
Aristoteles menciptakan teori serba tengah. Tiap-tiap keutamaan adalah tengah-tengah, di antara dua keburukan. Misalnya; dermawan adalah pertengahan antara boros dan kikir. Keberanian adalah pertengahan antara membabi-buta dan takut.
Pada akhir abad ke tiga M, tersiarlah agama Nasrani di Eropa. Agama tersebut merubah fikiran manusia dan membawa pokok-poko akhlak tersebut dalam Taurat. Memberi pelajaran kepada manusia, bahwa Tuhan adalah sumber segala akhlak. Tuhan yang membuat patok yang harus kita pelihara dalam hubungan kitaa dengan orang lain. Dan Tuhan juga yang menjelaskan tentang arti baik dan jahat. (Ahmaddamin, 1975).
Baik menurut arti yang sebenarnya adalah kerelaan Tuhan Allah, dan melaksanakan segala perintahnya. Menurut ahli Filsafat Yunani, pendorong untuk melakukan perbuatan baik ialah pengetahuan atau kebijaksanaan. Sedangkan menurut Agama Nasrani, bahwa yang mendorong perbuatan baik adalah cinta kepada Allah, dan iman kepada-Nya.
2. Etika Abad Pertengahan
Pada abad pertengahan, Etika bisa dikatakan ‘dianiaya’ oleh Gereja. Pada saat itu, Gereja memerangi Filsafat Yunani dan Romawi, dan menentang penyiaran ilmu dan kebudayaan kuno.[6]
Gereja berkeyakinan bahwa kenyataan hakikat telah diterima dari wahyu. Dan apa yang terkandung dan diajarkan oleh wahyu adalah benar. Jadi manusia tidak perlu lagi bersusah-susah menyelidiki tentang kebenaran hakikat, karena semuanya telah diatur oleh Tuhan.
Ahli-ahli Filsafat Etika yang lahir pada masa itu, adalah paduan dari ajaran Yunani dan ajaran Nasrani. Di antara mereka yang termasyur adalah Abelard (1079-1142 SM), seorang ahli Filsafat Prancis. Dan Thomas Aquinas (1226-1270 SM), seorang ahli Filsafat Agama dari Italia. (Ahmaddamin, 1975).
3. Etika Periode Bangsa Arab
Bangsa Arab pada zaman jahiliah tidak mempunyai ahli-ahli Filsafat yang mengajak kepada aliran atau faham tertentu sebagaimana Yunani, seperti Epicurus, Zeno, Plato, dan Aristoteles.
Hal itu terjadi karena penyelidikan ilmu tidak terjadi kecuali di Negara yang sudah maju. Waktu itu bangsa Arab hanya memiliki ahli-ahli hikmat dan sebagian ahli syair. Yang memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, mendorong menuju keutamaan, dan menjauhkan diri dari kerendahan yang terkenal pada zaman mereka.[7]
Namun sejak kedatangan Islam, agama yang mengajak kepada orang-orang untuk percaya kepada Allah, sumber segala sesuatu di seluruh alam. Allah memberikan jalan kepada manusia jalan yang harus diseberangi. Allah juga menetapkan keutamaan seperti benar dan adil, yang harus dilaksanakannya, dan menjadikan kebahagiaan di dunia dan kenikmatan di akhirat, sebagai pahala bagi orang yang mengikutinya.
Di antara ayat Al-Quran yang berbicara mengenai Etika adalah:
* ¨bÎ) ©!$# ããBù'tƒ ÉAôyèø9$$Î/ Ç`»|¡ômM}$#ur Ç!$tGƒÎ)ur ÏŒ 4n1öà)ø9$# 4sS÷Ztƒur Ç`tã Ïä!$t±ósxÿø9$# ̍x6YßJø9$#ur ÄÓøöt7ø9$#ur 4 öNä3ÝàÏètƒ öNà6¯=yès9 šcr㍩.xs? ÇÒÉÈ  
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl: 90)
Jadi Bangsa Arab pada masa itu, telah puas mengambil etika dari agama dan tidak merasa butuh untuk menyelidiki mengenai dasar baik dan buruk. Oleh karena itu, agama banyak menjadi dasar buku-buku yang di lukiskan dalam etika. Seperti buku karya Al-Ghazali dan Al-Mawardi.
Yang termasyur melakukan penyelidikan tentang akhlak dengan berdasarkan ilmu pengetahuan adalah Abu Nasr Al-Farabi, yang meninggal pada tahun 339 H. demikian juga Ikhwanus Sofa, di dalam risalah brosurnya, dan Abu ‘Ali ibnu Sina (370-428 H). mereka telah mempelajarai Filsafat Yunani, terutama pendapat mengenai akhlak. (Ahmaddamin, 1975).
Penyelidik Bangsa Arab yang terbesar mengenai Etika adalah Ibnu Maskawayh, yang wafat pada 421 H. dia mencampurkan ajaran Plato, Aristoteles, Galinus dengan jaran Islam. Ajara Aristoteles banyak termasuk dalam kitabnya, terutama dalam penyelidikan tentang jiwa.[8]
4. Etika Periode Abad Modern
Pada akhir abad lima belas, Eropa mulai bangkit. Ahli pengetahuan mulai menyuburkan Filsafat Yunani Kuno. Begitu juga dengan Italia, lalu berkembang ke seluruh Eropa.
Pada masa ini, segala sesuatu dikecam dan diselidiki, sehingga tegaklah kemerdekaan berfikir. Dan mulai melihat segala sesuatu dengan pandangan baru, dan mempertimbangkannya dengan ukuran yang baru.
Discartes, seorang ahli Filsafat Prancis (1596-1650), termasuk pendiri Filsafat baru. Untuk ilmu pengetahuan, ia menetapkan dasar-dasar sebagai berikut:
a.       Tidak menerima sesuatu yang belum diperiksa akal dan nyata adanya. Dan apa yang tumbuhnya dari adat kabiasaan saja, wajib ditolak.
b.      Di dalam penyelidikan harus kita mulai dari yang sekecil-kecilnya, lalu meningkat ke hal-hal yang lebih besar.
c.       Jangan menetapkan sesuatu hukum akan kebenaran suatu hal sehingga menyatakan dengan ujian.[9]
Namun di antara ahli-ahli ilmu pengetahuan bangsa Jerman yang merupakan pengaruh besar dalam akhlak ialah Spinoza (1770-1831), Hegel (1770-1831) juga Kant (1724-1831).
Read more...